Pemberi Aroma Pada Makanan

Pemberi rasa yang dibubuhkan dibagi menjadi 3 golongan:
1.    Alam (asli )
a.  Bahan-bahan dasar yang dibubuhkan ke dalam formula yaitu bentuk-bentuk gula dan sirop seperti madu, sirop mult molase dan sejenisnya, buah segar giling, kokoa, cokelat dan sebagainya.
b.    Minyak sulingan buah sitrun seperti minyak jeruk limau (lemon) minyak jeruk manis dan sari (ekstrak) vanili.
2.   Buatan (sintetis)
Kuantitas pemberi rasa yang ada dalam buah segar sangat terbatas. Bila hanya pemberi rasa ini saja yang akan dipergunakan dalam formula, maka untuk memenuhi tingkat rasa yang diinginkan kita harus menyediakan bahan-bahan utuh atau yang telah diiris-iris dalam jumlah yang besar. Hal ini akan menyebabkan bukan saja formulanya menjadi tidak seimbang tetapi juga tidak praktis. Bila pemberi rasa yang diperkuat dengan pemberi rasa buatan maka jadinya rasa akan lebih menarik daripada menggunakan pemberi rasa yang asli saja.
3.   Imitasi atau tiruan
Pemberi rasa tiruan saja jarang digunakan tetapi digabungkan dengan sari buah dan minyak sulingan tertentu sehingga akan menghasilkan keharuman yang lebih baik. Pemberi rasa tiruan tidak didapatkan di alam dalam keadaan asli tetapi dapat berfungsi menggantikan pemberi rasa yang asli.
Bahan pemberi rasa dan aroma
Bahan pewangi yang biasa diperoleh dari 3 golongan dasar, yaitu rempah-rempah, sari (ekstrak), dan emulsi. Rempah-rempah adalah bubuk akar-akaran, kulit kayu, biji-bijian, dan bunga-bungaan yang mengandung aroma. Sari (ekstrak) adalah larutan alkohol yang mengandung bahan pewangi. Sedangkan emulsi adalah zat mudah menguap dalam suatu minyak dan air dengan suatu bahan penstabil.
Perenyah Cookies
Merupakan bahan kimia yang ditambahkan ke dalam adonan cookies. Efek yang ditimbulkan adalah menambah kerenyahan cookies sehingga cookies awet lebih lama. Tetapi tanpa pemakaian perenyah cookies ini, cookies dapat tetap renyah asalkan memakai bahan-bahan yang baik.
Flavoring
Flavoring adalah bahan kimia yang ditambahkan pada cake dan cookies untuk menimbulkan aroma yang diinginkan, misalnya aroma pandan, strawberry, mint, cokelat, dan lain-lain. Flavoring terdiri dari essence dan pasta. Perbedaannya, essence cenderung lebih pekat dibandingkan dengan pasta sehingga pemakaiannya tidak perlu sebanyak pasta. Keunggulan pasta, ia memberikan efek warna juga, misalnya pasta pandan menghasilkan aroma pandan serta warna hijau, pasta strawberry menghasilkan aroma strawberry serta warna merah muda. Sehingga dengan pemakaian pasta, tidak perlu ditambahkan pewarna makanan lagi.
Hasil gambar untuk pemberi aroma pada makanan berpendidikanHasil gambar untuk pemberi aroma pada makanan berpendidikan


Komentar