Kerajinan Tulang

Hasil gambar untuk kerajinan tulang
Kerajinan Tulang

UMUMNYA tulang sapi biasa dimanfaatkan sebagai bahan olahan kuliner yang lezat seperti sup iga atau kaldu. Namun berbeda dengan warga di Kampung Pasir Tukul, Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi. Di sana, tulang sapi diolah menjadi berbagai macam kerajinan tangan unik. 
Di bengkel kerajinan milik keluarga Idin misalnya. Tulang sapi diolah menjadi beragam barang yang memenuhi unsur seni dan fungsi seperti cangklong, kalung, gantungan kunci, tongkat, dan berbagai barang kerajinan lainnya.
Idin, bapak empat orang anak itu menekuni kerajinan tulang sapi bersama keluarganya sejak tahun 1970-an. Keahlian mengolah tulang sapi menjadi berbagai kerajinan tangan ia dapatkan dari orangtuanya. Kemudian keahlian tersebut ia tularkan pula kepada keluarganya. Hingga kini ia dan keluarganya menekuni usaha bengkel kerajinan tulang tersebut. 
Pada masa keemasannya, bengkel kerajinan tulang keluarga Idin kerap kebanjiran pesanan barang kerajinan berukuran besar tetapi karena harga bahan baku yang semakin melambung, kini pesanan semakin jarang datang.


Menurutnya, tulang sapi lebih cocok untuk dijadikan bahan dasar pembuatan kerajinan dibanding tulang hewan lainnya. Selain mudah didapatkan, tulang sapi memiliki bentuk tulang yang lebih panjang dari hewan lain.
"Tulang sapi itu lebih kuat dan tidak mudah keropos. Berbeda dengan tulang kerbau yang berukuran lebih pendek atau tulang kuda yang mudah keropos," tutur pria berusia 56 tahun tersebut. 
Bagi Anda yang berminat memesan barang kerajinan selain dari tulang sapi, Anda bisa membawa bahan lain ke bengkel kerja Idin. Anda cukup membayar biaya jasa pembuatannya yang sangat bersahabat dengan dompet.
Biayanya  berkisar antara Rp 100.000sampai Rp 900.000, bergantung ukuran dan kerumitan barang kerajinan yang dipesan. Selain biayanya yang bersahabat, suasana bengkel kerjanyapun akan membuat Anda nyaman untuk sekedar melihat pengerjaan kerajinan yang Anda pesan.
Di tangan terampil keluarga Idin, organ hewan lain seperti tanduk hewan pun dapat diolah menjadi kerajinan tangan yang unik dan memiliki nilai seni. 
Kerajinan tulang asal kampung Pasir Tukul mampu menembus pasar nasional bahkan ke mancanegara seperti Singapura, Malaysia, dan Jepang. 
Meski omsetnya berkurang akibat kendala pemasaran dan harga bahan baku yang semakin melambung, Idin masih mempertahankan usaha kerajinan tulang bersama keluarganya sebagai cirri khas kampung Pasir Tukul.
Bagi Anda yang berminat membuat atau memesan kerajinan dari tulang, cukup mudah untuk mencari kediaman Idin. Anda harus menempuh jarak 100 meter dari sekolah Al Masoem menuju arah Cileunyi, kemudian Anda akan menemukan akses jalan tepat di sebelah kiri minimarket. Nama Idin tak asing lagi bagi warga sekitar dan mereka akan membantu Anda menunjukkan lokasi kediamannya.

Komentar